"The successful person in the world are they who always seek for new opportunities when they've got their previous ones".
- Brian Tracy -
Apa yang telah kita capai saat ini tentu membutuhkan perjuangan yang keras dari kita untuk meraihnya. Namun setelah mencapai tujuan-tujuan ini, terkadang kita lupa untuk membuat tujuan-tujuan baru di dalam hidup. Kebahagiaan yang kita rasakan saat suatu tujuan telah tercapai tidak akan bertahan lama. Pasti lama kelamaan rasa itu menjadi biasa saja. Sebuah survey yang pernah dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa rata-rata seseorang akan merasa sangat bahagia setelah mencapai tujuan-tujuan dalam hidupnya, maksimal selama 90 hari. Setelah itu, kondisi emosinya menjadi normal lagi. Kebahagiaan dan kebanggaan dalam meraih hal ini yang tadinya begitu menggebu menjadi biasa-biasa saja. Apa makna dari survey ini ?
Artinya, kita boleh saja merayakan kemenangan kita dalam meraih tujuan, tapi setelah itu jangan lupa untuk membuat tujuan baru. Kalau kita menganggap bahwa tujuan yang telah tercapai tersebut adalah tujuan akhir, maka bisa dipastikan bahwa rutinitas dalam hidup kita setelahnya akan menjadi bosan, kosong, dan tak tentu arah. Jelas, rutinitas pasti akan membosankan jika kita tidak tahu, apa sebenarnya TUJUAN yang ingin DICAPAI dari rutinitas tersebut.
Buatlah selalu beberapa TUJUAN BARU di dalam hidup anda setelah tujuan-tujuan lama telah tercapai. Tujuan baru berarti tujuan yang spesifik di masing-masing bidang dimana anda berada. Misalnya,untuk posisi anda sebagai seorang manager di kantor, apa tujuan anda selanjutnya ? Tujuan ini adalah sesuatu yang sifatnya sangat personal, dan merupakan tujuan anda pribadi, bukan tujuan kantor. Misalnya, target untuk meningkatkan penjualan tahun ini sebesar 30 %, ini adalah tujuan milik kantor, bukan milik anda. Anda hanya sebagai pelaksana dari tercapainya tujuan tersebut. Mungkin anda bisa membuat tujuan pribadi dari tujuan kantor ini misalnya, dengan bekerja keras mencapai target peningkatan 30 % ini, anda akan mendapatkan bonus tambahan sebesar sekian juta rupiah. Atau mungkin dalam posisi anda sebagai seorang kepala keluarga, apa tujuan anda setelah tujuan sebelumnya mempunyai beberapa orang anak kecil yang lucu telah tercapai ? Bisa saja anda mempunyai tujuan bagaimana agar anak-anak anda bisa bersekolah di tempat yang berkualitas, bagaimana anda bisa mendidik mereka dengan benar, sehingga saat mereka tumbuh, mereka bisa menjadi seorang anak yang mempunyai budi pekerti yang tinggi,cerdas, dan ramah.
Bagaimana emosi kita saat sedang bekerja mencapai suatu tujuan ? NIKMATILAH PROSES yang kita lakukan dalam mencapai tujuan tersebut. Saat anda melakukan presentasi kepada klien misalnya,nikmati proses anda melakukan hal ini dengan semangat yang tinggi. Bayangkan tujuan akhir anda yang bisa dicapai setelah melakukan semua kerja ini. Atau saat anda bersama keluarga, nikmati proses ketika anda menyiapkan makan kepada mereka. Bayangkan bagaimana anak anda bisa tumbuh dan berkembang dengan makanan ini, dan mereka bisa menjadi anak yang sukses seperti yang anda harapkan. Mungkin tidak semua proses membuat kita senang. Ada saat-saat dimana kita mesti menghadapi proses yang tidak mengenakkan, proses yang membuat kita jengkel. Misalnya saja, anak anda tidak menurut apa yang anda katakan. Justru disitulah yang menarik dari proses ini, bagaimana kita menyikapi situasi yang tidak berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan. Kedewasaan kita akan banyak terbentuk pada proses ini,membuat kita lebih matang dan berpengalaman dalam menjalani kehidupan. Saat kita bisa menikmati langkah demi langkah dalam melakukan proses ini, hidup akan terasa lebih bernilai bagi kita. Bahkan John Maxwell juga pernah mengatakan, bahwa sukses bukanlah sebuah tujuan akhir, tapi kenikmatan menikmati proses dalam mencapai tujuan kita.
Dan yang ketiga, kehidupan juga bisa dibuat lebih semarak jika kita mencoba melakukan aktivitas rutin dengan CARA YANG BERBEDA. Misalnya, jika selama ini kita berangkat ke kantor selalu melalui jalan yang sama, mungkin mencoba memutar melalui jalan lain akan memberikan view yang berbeda, dan menghilangkan kesan rutinitas yang selama ini kita lakukan. Apabila saat ini untuk masuk ke kantor anda di lantai lima, anda selalu naik lift yang sama, mengapa sekali-kali tidak mencoba datang lebih pagi dan mencoba naik tangga, misalnya ? Setidaknya, jantung anda akan berdetak lebih cepat, membuat adrenalin bekerja, dan membuat kita lebih `panas', lebih siap dalam menghadapi tantangan di kantor sepanjang hari. Selamat mencoba, dan sukses untuk anda !
Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran standar.
Besaran standar tersebut harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
- dapat didefinisikan secara fisik
- jelas dan tidak berubah dengan waktu
- dapat digunakan sebagai pembanding
Dalam sistem satuan yang telah disepakati secara internasional yaitu Standart International (SI) unit, dikenal tujuh satuan dasar yang mempunyai satuan standar dengan simbol yang biasa digunakan untuk menandainya.
Tabel I Besaran Pokok, satuan dan simbolnya
| Besaran Dasar | Nama Satuan Dasar | Simbol |
| Panjang Massa Waktu Arus listrik Temperatur termodinamika Jumlah zat Intensitas cahaya | meter (meter) kilogram (kilogram) detik (second) amper (ampere) kelvin (Kelvin) mol (mole) lilin (candela) | m kg s A K mol cd |
| Satuan tambahan Sudut bidang Sudut ruang | radial (radian) steradial (steradian) | rad sr |
Semua satuan standar dari setiap pengukuran yang bukan merupakan satuan dasar merupakan satuan turunan (gabungan) dari beberapa satuan dasar.
Tabel II Besaran, satuan dan simbol turunan
| Besaran | Nama satuan standar | Simbol |
| Luas bidang Volume (isi) Kecepatan Percepatan Gaya Tekanan Energi Daya Potential listrik Tahanan listrik | meterpersegi meterkubik meter per detik meter perkuadrat detik newton pascal joule watt volt ohm | m2 m3 m/s m/ s2 N, kg m/s2 Pa, N/m2, kg/ m2.s2 J, Nm, kg m2 /s2 W, J/s, kg m2 /s3 V, W/A, kg m2 /s3 A W, V/A, kg m2 /s3 A2 |
Untuk pengukuran geometris, maka besaran dasar yang digunakan harus jelas, yaitu besaran panjang dengan satuan standar panjang yang diberi nama meter (m), serta satuan tambahan yaitu sudut bidang dengan nama derajat ( ° ) atau radian (rad).
Definisi satu meter menurut standar internasional adalah :
- Panjang yang sama dengan panjang meter standar di Paris pada temperature 0°C. panjang ini mendekati 1/40.000.000 meridian bumi. Dalam tahun 1960 ketentuan satuan panjang ini diganti dengan definisi yang lebih tepat, yaitu gelombang.
- panjang yang sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang dalam ruang hampa dari radiasi (sinar) yang timbul akibat perubahan tingkatan energi antara 2p10 dan 5d5 dari atom Kripton 86 dalam keadaan vakum.
2. Klasifikasi Pengukuran
Untuk mendapatkan pengukuran dengan tepat, dituntut adanya pengetahuan dan kemampuan mengoperasikannya yang memadai dan kemampuan untuk membedakan berbagai sistem pengukuran sesuai dengan spesifikasi/geometris benda yang akan diukur. Dengan kata lain setiap orang yang bekerja dalam bidang teknik harus mengetahui teknik pengukuran yang mempunyai ruang Iingkup tentang bagaimana cara menggunakan alat ukur dengan benar dan pengetahuan lain yang berkaitan erat dengan masalah pengukuran. Hanya saja penggunaan alat ukur tersebut juga akan dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya :
- besar benda yang akan diukur,
- kondisi (fisik) benda yang akan diukur,
- posisi benda yang akan diukur,
- tingkat ketelitian yang direncanakan
- efesien
- dsb
Dalam prakteknya pengukuran dapat diklasifikasikan antara lain ;
- panjang
- berat
- temperatur
- sudut
- kerataan
- Mengukur Panjang
Bagian yang termasuk pada klasifikasi pengukuran panjang adalah;
v diameter
v tebal
v tinggi
v lebar
v melingkar.
v Bidang.
Untuk mengukur panjang dapat digunakan beberapa alat ukur, seperti: mistar baja, meteran gulung, jangka sorong, jangka kaki, jangka bengkok, pengukur ketinggian, dan alat ukur lainnya. Alat ukur ini termasuk pada pengukuran langsung. Dimana hasil pengukurannya dapat dibaca langsung pada alat ukur tersebut. Semua alat ukur tersebut hanya dibedakan oleh kapasitas alat ukur dan bentuk benda yang akan diukur.

Gambar 3 : Termometer
Banyak tipe yang digunakan dalam mengukur berat suatu benda pembacaan skala secara digital maupun secara manual. Demikian juga halnya dalam menghitung suatu berat benda juga tergantung kepada dimensi benda yang diukur dan kapasitas dari alat ukur tersebut.
- Mengukur Temperatur

Gambar 4 : Termometer
Pengukuran temperatur dapat digunakan termometer atau alat yang sejenisnya. Alat ini dalam pembacaannya tidak memerlukan suatu teknik yang khusus.
- Mengukur Sudut (Angle Measure)
Busur sudut (Protractor) digunakan untuk menandai/mengukur suatu sudut atau kemiringan benda kerja. Alat lain yang juga dapat digunakan yaitu kombinasi set (vernier, Protractor)
- Mengukur kerataan (Straiht gauge)
Gambar 6 : Pengukur kerataan
Pengukur kerataan (Straiht gauge) Dial Indicator digunakan Dial Indicator untuk mengukur perbedaan ketinggian/set up mesin dan juga dapat digunakan untuk mengukur kerataan.
3. Unit Pengukuran dan Konversi
Sistem pengukuran yang digunakan khususnya dalam bidang teknik adalah sistem metrik dan ada juga yang menggunakan sistem imperial (pembagian dalam satuan Inggeris) khususnya pengukuran panjang, berat, dan temperatur. Dasar dari unit pengukuran dalam bidang keteknikan adalah:
Tabel III
| Besaran | metrik | imperial |
| Panjang Temperatur Berat | meter (m) Celcius (oC) kilogram (kg) | feet Fahrenheit pound |
- Panjang
Mengukur panjang suatu benda merupakan pengukuran yang dimulai dengan menarik garis dari sutu titik ke titik ke dua dengan lurus atau dapat dikatakan suatu garis lurus. Jika pengukuran yang dilakukan terhadap garis tengah lingkaran atau diameter pada dasarnya adalah menarik garis lurus dari sisi pertama ke sisi yang lain.
Dalam sistem matrik unit yang sering digunakan dalam ilmu teknik dalam mengukur panjang adaah milimeter (mm ). Dimana 1000 mm sama dengan 1 m.
1000 mm = 1 m
Jika pengukuran yang sangat panjang satuan yang digunakan adalah kilometer. Dimana 1000 meter sama dengan satu kilometer.
1000 m = 1 km
Pada sistem Imperial, feet merupakan satauan yang digunakan untuk mengukur panjang dalam bengkel (workshop) dan sebagian industri pemesinan. Pengukuran panjang yang ukuran pendek digunakan satuan inchi (in atau “)
12” = 1 ft
Satuan lain yang digunakan dalam pengukuran panjang dalam sistim imperial adalah yard (yd) dan mile
3 ft = 1 yd
5280 ft = 1 mile
Satuan yang digunakan dalam satuan metrik dan imperial dapat dihitung dengan sistim konversi faktor. Beberapa bengkel (workshop) teknik untuk memudahkan dalam menerjemahkan/pembacaan ukuran digunakan tabel konversi.
Dalam prakteknya konversi antara ukuran metrik ke ukuran imperial atau sebaliknya, hasil konversi untuk metrik digunakan dua angka debelakang koma sedangkan untuk imperial digunakan 3 angka dibelakang koma.
Untuk konversi milimeter ke inchi, 1 in = 25,4 mm
Konversi 10 mm ke inchi.
10 mm : 25,4 = 0,394”
Konversi 44,45 mm ke dalam satuan inchi,
44,45 mm : 25,4 = 1,75”
Konversi 2” ke mm
2” X 25,4 = 50,8 mm
Pengukuran yang menggunakan satuan imperial ukuran yang ditulis sering menggunakan bilangan pecahan seperti ” jika ukurannya.kurang dari satu.
Ukuran pada satuan inchi ditulis tidak menggunakan bilangan berkoma/desimal tetapi dengan bilangan pecahan.
Konversi inchi ke bialangan desimal
3 : 8 = 0,375 “
Jika ukuran bilangan bulat dengan pecahan ( contoh 11/2 “). Untuk memudahkan dalam konversi bilangan ini dapat dilakukan dengan cara menjadikan bilangan pecahan kedalam bilangan berkoma. Contoh:
Konversi 111/16” ke dalam mm
Penyelesaian;
1/16” 11 : 16 = 0,688”
111/16” = 1,688”
v 1,688” X 25,4 = 42,88 mm
Konversi feet ke meter dan milimeter, 1 m = 3,2808 ft
3’ : 3,2808 = 0,91441 m = 914,41 mm
Bentuk konversi yang digunakan dalam bengkel (workshop) yaitu memisahkan konversi antara bilangan bulat dengan bilangan pecahan.
Contoh;
Konversi 21/2” ke dalam Inchi
Penyelesaian;
1/2” = 12.7 mm
2” = 50,8 mm
Konversi 12,54 mm ke inchi
Penyelesaian;
2 mm = 0,0787”
Tabel IV
Pengukuran temperatur satuan yang digunakan dalam satuan metrik adalah Celcius (0C). Sistim imperial satuan yang digunakan adalah Fahrenheit (oF). Pada sistim metrik temperatur sering juga disebut skala perseratus. Celcius dan skala perseratus simbol yang digunakan sama.
Konversi 0C ke 0F
(0C x 9/5) + 32 = 0F
Konversi 0F ke 0C
(0F – 32) X 5/9 - 0C
Contoh;
Konversi 350C ke 0F
(0C x 9/5) + 32 = 0F
(35 x 9/5) + 32 = 0F
63 + 32 = 0F
65 = 0F
Konversi 1980F ke 0C
(0F – 32) X 5/9 = 0C
(189 – 32) X 5/9 = 0C
166 X 5/9 = 0F
92,2 = 0F
- Berat
Satuan untuk mengukur/menimbang berat yang digunakan dalam sistem metrik adalah gram (g), kilogram (kg), dan ton. Konversi gram ke kilogram dan kilogram ke ton adalah;
1000 g = 1 kg
1000kg = 1 ton
Pada sistim imperial satuan untuk mengukur berat adalah ounce (oz), pound (lb), dan ton (t).
16 oz = 1 lb
2240 lb = 1 t
Perubahan kilogram ke pound, satu kilogram = 2.2046 pound
Konversi 80 kg ke pound
80 kg X 2,2046 = 176,4 lb
Perubahan kilogram ke pound, satu kilogram = 2.2046 pound
Konversi 80 kg ke pound
80 kg X 2,2046 = 176,4 lb
Perubahan pound ke kilogram, satu poung = 1/2.2046 kilogram
Konversi 210 pound ke kg
210 pound : 2,2046 = 95,3 kg
Perubahan gram ke ounce, satu gram = 28,35 ounce (oz)
Konversi 17,6 ounce ke gram
17,6 oz x 28,35 = 498,96 gr
Perubahan ounce ke gram, satu ounce = 1/28,35 ounce (oz)
Konversi 453,6 gr ke oz
453,6 gr: 28,35 = 16 oz
1.1. Jangka Sorong
Nama lain dari jangka sorong, diantaranya yaitu :
§ Mistar ingsut
§ Mistar geser
§ Jangka geser
§ Vernier caliper
§ Schuifmaat
Definisi jangka sorong adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur bagian luar, bagian dalam dan kedalaman benda kerja/ produk yang mempunyai nilai ketelitian tertentu.
Pada jangka sorong, besaran ukur langsung dibandingkan dengan mistar berskala sehingga langsung menunjukkan nilai ukur. Jangka sorong merupakan alat ukur terpenting dalam bidang kejuruan logam karena pemakaiannya serba guna terutama untuk pengukuran cepat dan relatif cermat. Ketelitian baca bertambah dengan pemakaian skala nonius.
Pada pisau pengukur jangka sorong dibuat kaki tetap dan kaki geser yang berfungsi sebagai sensor untuk menjepit benda kerja/ produk sewaktu melakukan pengukuran. Permukaan permukaan kaki tersebut dibuat sejajar dan kuat untuk menghindari kesalahan ukur. Batang ukurnya dibuat kaku dengan permukaan yang keras sehingga tidak mudah melentur dan tahan aus sebab kaki geser harus mengeser pada batang ini. Pembacaan skala utama dilakukan melalui garis indeks yang terletak pada penggeser.
2.1. Susunan dan Nama Bagian Utama
Gambar 7 : Jangka Sorong
Nama bagian :
1. Pisau pengukur
a. kaki tetap
b. kaki geser
2. Pucuk ukur
a. kaki tetap
b. kaki geser
3. Nonius metrik
4. Skala metrik
5. Nonius inci
6. Skala inci
7. Penjepit
8. Mistar
9. Batang Pengukur
10. Pengunci







